STUDI KRITIS TERHADAP HISTORY OF JAVA KARYA THOMAS STAMFORD RAFFLES
(Telaah Isi BAB I)
(diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Historiografi)
Dosen pengampu: Wahyu Iryana, M.Hum dan Fajriudin,M.Ag
Oleh
IIS LISTARI 1145010061
PROGRAM STUDI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016
KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirahim.
Puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan karunia serta nikmat yang begitu melimpah, dan berkat ridho-Nya
Alhamdulillah tugas ini dapat selesai tepat waktu. Tidak lupa sholawat serta
salam penulis curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada
para sahabatnya dan kepada kita semua selaku umatnya.
Setelah melawati proses yang panjang, akhirnya makalah ini dapat
selesai. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Historiografi.
Mengingat begitu pentingnya legalitas suatu karya tulis ilmiah,
maka dengan adanya kata pengantar ini. Menunjukan bahwa karya tulis ilmiah ini
adalah benar hasil dari studi pustaka dan studi lapangan yang penulis lakukan.
Bandung, 03 Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR—i
DAFTAR ISI—ii
BAB I PENDAHULUAN—1
1.1
Latar
Belakang—1
1.2
Rumusan
Masalah—2
1.3
Tujuan—2
1.4 Manfaat Penelitian—2
BAB II PEMBAHASAN—3
2.1 Biografi
Thomas Stamford Raffles—3
2.2 Latar Belakang
Penulisan History Of Java—4
2.3 Studi Kritis History
Of Java BAB I—5
BAB III SIMPULAN—7
DAFTAR PUSTAKA–8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Imperialisme serta kolonialisme yang
begitu gencar setelah dikumandangkannya revolusi industri di kawasan Eropa,
membuat Negara-negara Eropa semakin aktif untuk menjajah Negara-negara yang
lain dalam rangka mencukupi kebutuhan industry yang diperlukan oleh Eropa pasca
terjadinya revolusi industri. Selain daripada untuk mencari bahan baku untuk
industry, Negara-negara Barat memiliki motivasi lain yang terkenal dengan 3G
yaitu Gold, Glory dan Gospel. Dengan motivasi ini mereka semakin gencar untuk
melakukan invansi serta imperialism dan kolonialisme terhadap Negara-negara
lain.
Hal serupa yang kemudian
mendatangkan bangsa Barat ke tanah Indonesia. Dengan berlatar belakang awal
untuk berdagang, kemudian berubah haluan menjadi keinginan untuk menguasai dan
menjajah Indonesia yang pada saat itu terkenal dengan hasil dari bumi
rempah-rempahnya.
Penguasaan inilah yang kemudian menjadi
latar belakang imperialisme di Indonesia. Bangsa Barat yang datang ke Indonesia
tidak hanya satu bangsa saja, melainkan pernah didatangi juga oleh Portugis,
Inggris, Jepang bahkan yang terlama mendiami bumi Indonesia adalah Belanda.
Tujuan Belanda datang ke Indonesia,
untuk mengembangkan usaha perdagangan, yaitu mendapatkan rempah-rempah yang
mahal harganya di Eropa.[1]
Sebelum kedatangan Bangsa Belanda untuk kedua kalinya. Bangsa Inggris pernah
berkuasa di Indonesia, dengan Letnan Gubernurnya yang terkenal yakni Thomas
Stamford Rafles. Masa penugasan serta masa penguasaan oleh Inggris inilah yang
menjadi masa penguasaan yang sedikit berbeda karena Inggris memiliki kebijakan
yang tidak hanya mengatur mengenai kebijakan pemerintah melainkan juga mengatur
mengenai pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia sehingga
kemudian banyak penelitian yang menghasilkan penemuan yang baru
mengenai Indonesia atau Hindia-Belanda kala itu. Diantaranya dapat
dilihat dari ditemukannya kembali Candi Borobudur yang telah sekian lama
terbenam dan terlupakan. Kemudian ditemukannya bunga bangkai yang dinamai Bunga
Raflesia Arnoldi sesuai dengan penemunya yang bernama Rafles. Hal tersebut
dapat diketahui dari berbagai catatan yang ditinggalkan oleh para penguasa
Barat yang pernah menguasai Indonesia, seperti catatan perjalanan Thomas
Stamford Rafles selama menjabat sebagai gubernur di tanah Jawa. Catatan yang
kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku ini tidak hanya bercerita mengenai
catatan perjalanan, akan tetapi juga bercerita mengenai sejarah kolonialisme di
Indonesia. Berangkat dari hal itu, maka pada kesempatan ini penulis akan
membahas mengenai, Studi Kritis History Of Java Karya Thomas Stamford
Rafles.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
biografi dari Thomas Stamford Rafles?
2.
Bagaimana
Latar Belakang dari penulisan History Of Java?
3.
Bagaimana
Studi Kritis Mengenai Karya History of Java khusunya Bab I?
1.3
Tujuan
1.
Untuk
Mengetahui dan Memahami mengenai Biografi dari Thomas Stamford Rafles.
2.
Untuk
Mengetahui dan Memahami mengenai Latar Belakang dari Penulisan History Of Java.
3.
Untuk
Mengetahui dan Memahami mengenai Studi Kritis Mengenai Karya History of Java
khusunya Bab I.
1.4
Manfaat
Penelitian.
Mengenai hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat
yang nyata dikemudian hari, umumnya bagi masyarakat dan juga khususnya kepada
para pembaca yang sekiranya membutuhkan informasi yang lebih, mengenai studi kritis
atas buku History of Java karya Thomas Stamford Rafles.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Biografi Thomas Stamford Raffles.
Thomas Stamford Raffles
atau nama aslinya Thomas Raffles lahir di lepas pantai Jamaika, dekat Port
Morant, diatas geladak Kapal Ann, pada 6 Juli 1781. Ayahnya bernama Benjamin
Raffles (1752-1824), ibunya adalah Anne Lyde Linderman (1752-1824) yang
merupakan putri dari pasangan William Linderman (1721-1791) dan Susannah Leigh
(1725-1754). Krisis ekonomi yang melanda Inggris kala itu menyebabkan turut
menurunnya ekonomi keluarga Raffles yang menyebabkan Raffles muda harus mencari
pekerjaan untuk menunjang ekonomi keluarga. Ditunjang oleh pendidikan formal
yang seadanya, Raffles beruntung ketika ayah dari seorang sahabatnya memberikan
pekerjaan sebagai juru tulis di sebuah perusahaan Hindia-Timur (1795). Raffles
dikenal sebagai pemuda yang tekun dan rajin belajar. Berkat keuletan dan
kemauannya yang keras, ia kemudian dipromosikan menjadi sisten Sekretaris
diperusahaan yang sama unutk wilayah Kepulauan Melayu.
Thomas Raffles baru
mencatumkan nama “Stamford” ditengah namanya dikemudian hari, yaitu ketika
sosok Raffles mulai dihormati di kawasan Laut Cina Selatan. Sejarah hidup
Thomas Stamford Raffles dimulai ketika dirinya dikirim ke Pulau Penang,
Malaysia pada 1804.
Pada 1811, Thomas
Stamford Raffles disertakan dalam rombongan ekspedisi ke Tanah Jawa sebagai
Letnan Gubernur (Lieutenant Governor of java), dibawah perintah Gubernur
Jendral di India, Sir Gibert Elliot Murray-Kynynmond (1751-1814) atau yang
lebih dikenal dengan nama Lord Minto, hingga 1817. Lord Minto menyukai Raffles
karena kecerdikannya, keterampilannya, dan kemampuannya dalam bahasa Melayu,
sehingga ia dikirim ke Malaka.
Thomas Stamford Raffles
pernah menjadi Gubernur Jendral pada masa yang sangat singkat di Jawa. Selama
kepemimpinannya (1811-1816), Raffles mengubah sistem tanam paksa atau culture
stelsel yang diberlakukan oleh Kolonial Belanda, dengan sistem pajak bumi atau
landrente.
Pada 13 Agustus 1814, Konvensi
London diberlakukan, yaitu memuat bahwa semua wilayah yang pernah dikuasai
Belanda harus dikembalikan oleh pihak Inggris. Konvensi tersebut tidak berlaku
atas Bangka, Belitung, dan Bengkulu, yang diterima Inggris dari Sultan
Najamuddin (Palembang). Raffles kemudian ditarik lagi ke Inggris dan digantikan
oleh John Fendall (1762-1825).
Pada 1818, Thomas
Stamford Raffles kembali ke Timur dan segera dipromosikan menjadi Gubernur
Bengkulu (Bencoolen), yang kemudian dikenal sekarang sebagai pulau Sumatera.
Dipulau Sumatera itu Raffles melakukan penelitian terhadap flora, fauna yang
sangat menakjubkan.
2.2 Latar Belakang Penulisan
History Of Java.
The History of Java
adalah buku yang dikarang oleh Sir Thomas Stamford Raffles dan diterbitkan pada tahun 1817. Dalam buku ini, Raffles yang memerintah sebagai Gubernur-Jendral di Hindia Belanda dari tahun 1811-1816 menuliskan mengenai keadaan penduduk di pulau
Jawa, adat-istiadat, keadaan geografi, sistem pertanian, sistem
perdagangan, bahasa dan agama yang ada di pulau Jawa pada waktu itu. Buku ini
diterbitkan dalam dua bendel (volume I: 479 halaman, dan volume II: 291
halaman, dilengkapi dengan banyak halaman bergambar) dan dicetak ulang pada tahun
1965 oleh Oxford University Press di London.[2]
Menurut sahabatnya,
Thomas Otho Travers, Raffles memulai proyek penulisan The History Of Java
dikawasan sejuk Cisarua, Bogor. Catatan History Of Java, merupakan kumpulan
catatan dari berbagai penelitian, tulisan serta perjalanan Thomas Stamford
Raffles selama menjadi Gubernur di tanah Jawa.
Raffles memiliki asumsi
sendiri untuk menggambarkan orang Jawa sebagai orang yang tidak akan
menimnulkan kesulitan besar bagi penguasaan kolonial yang baru, Inggris. Dengan
pencitraan seperti itu, Raffles nampaknya lebih simpatik bagi orang Jawa
ketimbang Belanda yang telah menimbulkan banyak penderitaan dan perusakan pada
masyarakat Jawa. Apabila dilihat dari pembukaan buku History Of Java, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa buku ini ditulis dengan latar belakang sebagai
dokumentasi dan catatan sejarah perjalanan Raffles selama menjadi Gubernur di
Pulau Jawa.
2.3
Studi
Kritis History Of Java BAB I
Dalam BAB I buku History
Of Java, menjelaskan mengenai kondisi geografis pulau Jawa-Nama-Luas dan
Bentuk-Pembagian Wilayah-Pelabuha-Pegunungan dan Gunung Berapi-Sungai dan
Danau-Pemandangan Alam Secara umum-Susunan Bebatuan-Musim dan Iklim-Jenis
Logam-Kondisi Tanah-Flora dan Fauna. Dalam pembahasan BAB I, dijelaskan
mengenai situasi pulau Jawa, yang mana Jawa merupakan bagian terbesar dari apa
yang disebut para ahli geografi sebagai Kepulauan Sunda. Pulau ini sering
dianggap sebaga salah satu dari Kepulauan Malaya, yang membentuk gugusan
Kepulauan Oriental, dan kemudian dikatakan sebagai Kepulauan Asiatik.
Terbentang kea rah timur laut dan sedikit kea rah selatan, sejauh 105 derajat
11’ sampai 114 derajat 33’ Lintang Timur dari Greenwich, dan terletak antara 5
derajat 52’ sampai 8 derajat 46’ Lintang Selatan.
Kemudian menjelaskan mengenai
asal-muasal penamaan Jawa. Ada satu cerita yang beredar tentang para pendatang
pertama dari India, yang menemukan biji-bijian baru yang diberi nama jawawut,
yang dikenal oleh penduduk pada awal periode itu. Nama awal dari pulau ini
adalah Nusa Hara-hara, atau Nusa Kendang, yang berarti pulau yang masih liar
atau yang bertepian perbukitan.
Peta pulau Jawa yang pertama kali diperlihatkan kepada masyarakat,
yang hampir mendekati dengan peta itu adalah peta yang dibuat oleh Valentyn.
Kondisi umum Pulau Jawa berupa
dataran rendah di sepanjang pantai utara, banyak terdapat rawa-rawa yang banyak
ditumbuhi pohon bakau dan semak belukar, terutama di kawasan barat. Sebaliknya,
dipantai selatan terdiri dari pegunungan terdapat deretan pegunungan tinggi
yang menakjubkan dan melintasi seluruh pulau, dimana gunung dan perbukitan lain
yang lebih rendah tampak menyebar ke berbagai arah, membentuk lembah-lembah dengan
lebar ayng berbeda-beda pula.
Apabila dilihat dari sekilas isi dari BAB I tadi dapat dijelaskan
bahwa, Raffles menyampaikan sejarah catatan perjalannya dalam buku History Of
Java. Dengan membahas sudut pulau Jawa dengan penuh ketelitian serta komprehensif
dalam mengupas segala pembahasan dan hasil penelitian selama menjabat sebagai Gubernur
di Pulau Jawa.
BAB
III
SIMPULAN
Dalam History Of Java karya Raffles
merupakan kumpulan tulisan mengenai sejarah tanah Jawa, yang ditulisnya ketika
ia bertugas menjadi seorang Gubernur di Hindia-Belanda yang pada saat ini
bernama Indonesia.
Isi dari buku History Of Java tebagi
kedalam beberapa pembahasan, yang disusun dalam 11 Bab yang mana setiap
pembahasan Bab 1 sampai kepada Bab 11 mengisahkan mengenai pembahasan yang
berbeda dari catatan yang ditulis oleh Raffles. Membahas mengenai hal ini,
penulis memfokuskan studi kritis atas Bab 1 yang terdapat dalam buku The
History Of Java.
Pada Bab 1 tersebut membahas
mengenai kondisi geografis pulau Jawa, nama dan luas dari Pulau Jawa, bentuk
pembagian wilayah. Pelabuhan—Pegunungan dan gunung berapi—sungai dan danau yang
terdapat di Pulau Jawa. Juga membahas mengenai pemandnagan alam secara umum,
tidak terlepas membahas mengenai susunan bebatuan, musim, iklim, jenis logam,
kondisi tanah, sampai kepada Flora dan Fauna di pulau Jawa.
DAFTAR
PUSTAKA
Raffles,
Thomas Stamford.2014.The History Of Java.Jakarta:Penerbit Narasi.
Yatim,
Badri.2015.Sejarah Peradaban Islam.Jakarta;Raja Grafindo Persada.
Komentar
Posting Komentar