Ya. Dakwah tidak pernah
membutuhkan keberadaanmu.
Entah kamu di sini atau
jauh di sana, dakwah tidak pernah peduli.
Entah kamu bergiat
dalam seruan dakwah atau minggat dari panggilan daurah, keberlangsungan dakwah
tidak pernah terpengaruh.
Dakwah tetap akan ada,
bersama orang-orang yang punya mimpi yang sama.
Iya yang mundur
teratur, atau akhirnya futur dan hilang tanpa pernah lagi datang hanya akan
mengalami kerugian besar, karena dakwah akan selalu ada, dengan atau tanpa
adanya dirimu.
Semangat-semangat
dakwah akan terus bergulir, meski dirimu tak lagi hadir.
Kemudian engkau hanya
bisa melihat dari sudut tempatmu berdiri, memandang para pejuang dakwah yang
dulu, engkau pernah di sana.
Tetapi, jujurlah barang
sejenak. Bahwa engkau sebenarnya rindu tentang semua hal yang pernah dilalui,
berlelah-lelah bersama mereka yang sederhana namun bersahaja.
Tapi ego begitu erat
menahanmu untuk pergi kesana.
Sekali lagi, dakwah
tidak pernah membutuhkanmu, tetapi kamulah yang membutuhkannya.
(Itari)
Bandung, di sore yang gerimis
Komentar
Posting Komentar