Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Tuhan, Semoga Engkau Setuju…

“Ya Allah, semoga Engkau setuju bahwa saya sudah cukup usia untuk mengemban tanggung jawab lebih. Bukan hanya bertanggung jawab kepada diri saya, tapi juga kepada seseorang yang Engkau percayai kepada saya hatinya, entah siapa dia.. ” (Kutipan Buku #Berhentidikamu karya dr. Gia Pratama) Tuhan.. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu, tentang setiap goresan takdir terbaik bagi setiap mahluk di semesta ini. Tentang kadar rezekinya yang telah Engkau atur, tentang Qadha dan Qadarnya yang telah Engkau rencanakan. Juga tentang siapa, kapan dan bagaimana seorang hamba-Mu   menemukan orang yang akan menemani kesendiriannya dalam   taat, dalam sebuah ikatan yang Engkau ridha pada mereka, dan tentang bagaimana kesudahan akhir hayat setiap manusia. Tuhan, semoga Engkau setuju… Bahwa gemerlapnya dunia kadangkala mengusik keimanan, bahwa indahnya kehidupan sementara ini memberikan banyak cobaan dan ujian. Semoga Engkau juga setuju, bahwa hamba begitu rapuh dalam menjanlai setiap f...

Aku Tidak Mau Mundur, Hatiku Keras Kepala

Dalam menyusuri setiap perjalanan, tiap-tiap dari kita akan bertemu dengan berbagai macam rintangan. Mungkin sesekali akan terasa sakit, patah dikecewakan dunia, bahkan rasa-rasanya mau menyerah saja. Tapi Hei… kamu tidak secemen itu kok. Bukankah pernah melewati masa-masa yang lebih meragukan seakan tiada jalan keluar di depan? Tapi nyatanya kamu baik-baik saja sampai hari ini. Yang terasa berat saat ini, pada masa depan nanti mungkin kamu akan tertawa terbahak-bahak atas kekonyolan sikap dan perasaan yang terjadi hari ini. Tersebab itu, selalu tanamkan segenap yakin pada Allah yang akan membimbing. Tiada satu helai daun pun jatuh tanpa kehendak-Nya. Luar biasa bukan? Apalagi mengurusi mahluk tak berdaya seperti kamu.. ishh.. mudah sekali bagi Allah. Karena itu aku tidak mau mundur, hatiku keras kepala, bahwa semua rintangan bisa untuk dilewati selama tidak pernah berlepas pegang pada-Nya. Aku jumawa ya? Hahaha.. Bandung, di rorompok Ema-Apa