Tentu dengan kuasaNya, entah
kita akan dapat bertemu lagi atau tidak.
Tetapi satu hal yang
harus menjadi patokan, bahwa masing-masing dari kita harus tumbuh dan
berkembang semakin lebih baik setiap harinya.
Kita hanya tidak
bersepakat dalam hal yang sebenarnya dapat dicari jalan tengahnya. Tapi itulah
sekanario dari Allah Azza Wajala.
Setiap perguliran
episode kehidupan sudah ada dalam genggamanNya. Tugas kita sebagai hamba adalah
tentang bagaimana terus bersabar dalam menapaki jejak takdirnya, bersimpuh
dalam taubat atas dosa-dosa yang dilakukan, berikhtiar dengan sebenar-benarnya
usaha, dan tawakal dalam sebaik-baiknya pengharapan.
Di manapun akhirnya
Allah Swt. hendak melabuhkan kita, pastikan itu adalah jalan dakwah yang sedang
kita telusuri.
Dengan siapapun pada
akhirnya Allah Swt, menghendaki pendamping perjalanan panjang nan melelahkan
itu, pastikan bahwa dengan berdampingan, masing-masing dari kita akan semakin
kuat dan menguatkan.
Biarlah apa yang pernah
terjadi sebagai bahan pelajaran untuk mendewasakan diri. Barangkali dengan peristiwa
yang pernah kita lalui, mampu membuka mata hati yang selama ini berpandangan
sempit. Mampu membuka wawasan yang lebih luas soal perbedaan, dan tentu yang
terpenting adalah mampu mendatangkan hikmah agar hidup menjadi lebih baik
setiap harinya.
Semoga masing-masing
dari kita tetap Allah bantu untuk istiqomah berada dalam jalan dakwah, kendati
jalan dakwah itu luas dan banyak sekali lahan yang dapat digarap.
Semoga sedikit
perbedaan pandangan tidak lantas menjadikan kita jumawa pada diri sendiri,
apalagi
merasa paling benar bersama jama’ah tempat bernaung diri.
Karena sejatinya ilmu Allah
itu teramat luas, tidaklah mampu kita yang penuh alfa ini untuk memikulnya
sendirian.
Maka, mari kita saling
bersama-sama membuka cakrawala pengetahuan, membuka banyak sudut pandang
tentang hakikat hidup dan penghambaan terhadapNya.
Waullahua’lam
bishowab.
Bandung, Sepulang hari
itu
Komentar
Posting Komentar